Suara Azab Kubur Tidak Terdengar Oleh Manusia, Kenapa?


Seorang muslim beriman tentang kebenaran dari adanya adzab kubur serta pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh Malaikat di dalamnya. Sebagaimana Allah berfirman,

سَنُعَذِّبُهُمْ مَرَّتَيْنِ ثُمَّ يُرَدُّونَ إِلَىٰ عَذَابٍ عَظِيم

Artinya: "Nanti mereka akan Kami siksa dua kali kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar." (QS. At-Taubah ayat 101).

Kemudian Rasulullah  juga pernah menceritakan, "Sesungguhnya, ketika seorang hamba sudah diletakkan di kuburnya, sedangkan para pengantarnya sudah pergi dan ia pasti mendengar suara sandal-sandal mereka datanglah kepadanya dua malaikat. Dua malaikat itu mendudukkan orang tersebut seraya bertanya, "Apa yang engkau katakan tentang orang ini?" Yakni tentang Muhammad . Adapun orang mukmin, akan menjawab, "Saya bersaksi bahwa ia adalah hamba dan utusan Allah." Maka dikatakanlah kepada hamba mukmin tersebut, "Lihatlah tempat dudukmu yang dari neraka, telah Allah gantikan untukmu dengan tempat duduk dari syurga". Maka iapun melihat kedua-duanya. Adapun orang munafik atau orang kafir, maka kedua malaikat itu akan bertanya kepadanya, "Bagaimana menurut keyakinanmu tentang laki-laki itu?". Maka ia akan menjawab, "Aku tidak tahu, aku mengikuti apa yang diyakini banyak orang." Lalu dikatakan kepadanya, "Kamu tidak tahu dan juga tidak mengikutinya." Sambil di pukul satu kali dengan palu yang terbuat dari besi sehingga berteriak keras yang dapat di dengar oleh semua makhluk kecuali jin dan manusia." (HR. Bukhari no. 1374).

Syaikh Abu Bakar al-Jaza'iry mengatakan dalam kitab Minhajul Muslim, "Masalah Adzab kubur atau apa saja yang terjadi di dalamnya seperti pertanyaan kedua malaikat bukan hal yang dinafikan oleh akal atau dianggap tidak mingkin, bahkan sebaliknya, akal sehat pasti membenarkannya dan memberikan kesaksian akan kebenarannya.".

Namun, Adzab Kubur yang dialami oleh manusia yang sudah wafat tidaklah dapat di dengar oleh indera manusia yang masih hidup. Dan Syaikh Al- 'Utsaimin dalam Kitab Syarah Al-'Aqidatul Mashitiyah mengatakan yakni bahwasanya manusia tidak mendengar teriakan tersebut dikarenakan beberapa hikmah berikut:

1. Seperti yang  diisyaratkan Nabi dari Zaid bin Tsabit radhiallahu 'anhu, sebagaimana Rasulullah pernah melewati kuburan musyrikin dari atas keledainya, maka keledai tersebut lari menjauh, hampir melemparkan  Beliau  dikarenakan keledai tersebut mendengar suara orang yang sedang di adzab dan beliau mengatakan kepada sahabat,

لَوْلَا أَنْ لَا تَدَافَنُوا لَدَعَوْتُ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ أَنْ يُسْمِعَكُمْ من عَذَابَ الْقَبْرِ ما أسمعني

"Kalaulah seandainya kalian tidak saling menguburkan, niscaya aku akan berdo’a kepada Allah agar Allah memperdengarkan azab kubur kepada kalian". (HR. Muslim no. 2867).

2. Dirahasiakannya hal tersebut untuk menutup rahasia/aib­-aib si mayit.
3. Agar  keluarganya tidak  selalu bersedih, karena jika keluarganya mendengar mayit tersebut sedang di adzab dan berteriak, maka mereka tidak akan tenang hidupnya.
4. Agar keluarganya tidak menanggung malu, karena manusia akan berkata, "Inilah anakmu, inilah bapakmu, inilah saudaramu, dan sebagainya.
5. Sesungguhnya kita akan binasa karena suara teriakan tersebut sangatlah tidak  menyenangkan, bahkan suara tersebut dapat merontokkan jantung dari
uratnya, maka manusia  akan mati atau  pingsan
karenanya.
6. Kalau manusia dapat  mendengar teriakan orang-­orang yang diadzab, maka beriman dengan adzab kubur merupakan keimanan terhadap  sesuatu yang nampak, bukan  beriman dengan hal ghaib lagi, sehingga ketika itu tidak ada lagi manfaatnya ujian. Karena manusia itu akan beriman  dengan segala sesuatu yang dia akan saksikan dengan pasti, manakala hal tersebut tidak nampak  darinya. Dan mereka tidak akan mengetahuinya kecuali dengan jalan pengabaran sehingga  menjadi termasuk bab beriman dengan hal ghaib.

Wallahu 'alam.

Posting Komentar

0 Komentar