Bagi seorang muslim dianjurkan untuk bersiwak di berbagai waktu dalam kesehariannya.
Sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam:
لَوْلاَ أنْ أشُقَّ عَلَى أُمَّتِي – أَوْ عَلَى النَّاسِ – لأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ مَعَ كُلِّ صَلاَةٍ
“Kalau tidaklah memberatkan atas ummatku, sungguh aku akan menyuruh mereka bersiwak setiap kali shalat!.” (HR. Bukhari no. 887 dan Muslim no. 252, ini adalah lafadz Muslim, Pent.)
Apabila dihitung dalam kesehariannya maka seorang muslim telah melakukan tidak kurang dari 20 kali bersiwak. Rinciannya yaitu, setiap sholat lima waktu, shalat sunnah rawatib (dua belas kali), shalat dhuha, shalat witir, ketika akan masuk rumah. Bersiwak adalah hal yang pertama kali dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam ketika akan masuk rumah seperti yang diriwayatkan oleh Aisyah radhiallahu’anha dalam shahih muslim.
Oleh karena itu setiap Anda memasuki rumah maka mulailah dengan bersiwak, karena hal itu termasuk mengikuti sunnah, begitu juga ketika akan membaca al Qur’an, ketika bau mulut mukai berubah, bangun dari tidur, berwudhu’. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
السِّوَاكُ مَطْهَرَةٌ لِلْفَمِ مَرْضَاةٌ لِلرَّبِّ
“Siwak itu membersihkan mulut dan diridhai Allah.” (HR. Bukhari (4:137) secara mu’allaq dan Ahmad juz VI:47, 62, 124 dan 238)
Faedah bersiwak:
1. Bagi hamba-hambaNya yang mulutnya bersih akan mendapatkan ridho dari Allah.
2. Siwak dapat membersihkan mulut
Berdasarkan penelitian kesehatan modern tentang siwak didapatkan bahwa sesungguhnya siwak meliputi banyak sekali materi yang bermanfaat bagi gigi dan gusi, antara lain :
1. Mengandung materi-materi yang dapat mengenyahkan kuman-kuman
2. Mengandung materi-materi yang dapat membersihkan gigi dan gusi
3. Mengandung materi-materi yang dapat menjaga kebersihan gigi
4. Mengandung materi-materi yang wangi dan dapat merubah bau mulut yang busuk.
Oleh: Syaikh Khalid al Husainan
[Disalin dari kitab Aktsaru Min Alfi Sunnatin Fil Yaum Wal Lailah, edisi Indonesia Lebih Dari 1000 Amalan Sunnah Dalam Sehari Semalam, Penulis Khalid Al-Husainan, Penerjemah Zaki Rachmawan]


0 Komentar