Hadits #20
عَنْ أَبِي مَسْعُوْدٍ عُقْبَةَ بِنْ عَمْرٍو الأَنْصَارِي الْبَدْرِي رَضِيَ الله عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّ مِمَّا أَدْرَكَ النَّاسُ مِنْ كَلاَمِ النُّبُوَّةِ الأُوْلَى، إِذَا لَمْ تَسْتَحِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ
[رواه البخاري ]
Dari Abu Mas’ud Uqbah bin Amr Al Anshary Al Badry radhiallahuanhu dia berkata: Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : Sesungguhnya ungkapan yang telah dikenal orang-orang dari ucapan nabi-nabi terdahulu adalah : Jika engkau tidak malu perbuatlah apa yang engkau suka
(Riwayat Bukhori)
Status Hadits dan Takhrijnya:
Kualitas hadits adalah Shahih: HR. Al-Bukhari (no. 3483, 3484, 6120), Ahmad (IV/121, 122; V/273), Abu Dawud (no. 4797), Ibnu Majah (no. 4183), dan selainnya.
Kandungan Hadits:
Pertama, Malu, ajaran para nabi yang tak pernah sirna
Ajaran para nabi, sejak nabi pertama hingga nabi terakhir, ada yang sudah sirna dan ada yang tidak. Di antara ajaran yang tidak pernah sirna adalah rasa malu. Hal ini menunjukkan bahwa rasa malu memiliki kedudukan yang sangat tinggi di dalam agama. Oleh karena itu harus mendapat perhatian yang mendalam.
Kedua, Jika tak punya rasa malu berbuatlah sesukamu!
Ulama berbeda pendapat dalam memahami sabda Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam: فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ (berbuatlah sesukamu), sebagian memahami sebagai perintah dan sebagian yang lain memahami bukan sebagai perintah. Ulama yang memahami sebagai perintah, menjelaskan bahwa jika sesuatu yang hendak diperbuat tidak mendatangkan rasa malu maka lakukanlah sesuai dengan yang diinginkan. Dan ulama yang memahami bukan sebagai perintah, ada dua penjelasan yaitu:
1. Maknanya sebagai ancaman. Ancaman bagi yang tidak memiliki rasa malu yang berbuat memperturutkan hawa nafsunya.
2. Maknanya sebagai berita. Memberitakan barang siapa yang tidak memiliki rasa malu pasti akan berbuat sesuka hatinya.
Semua pendapat di atas memiliki kemungkinan benar.
Oleh: Syaikh Shalih Alu Syaikh
[Dikutip secara ringkas dari kitab Syarah Arba’in An-Nawawi, Syaikh Shalih Alu Syaikh, Terjemahan Indonesia Ringkasan Syarah Hadits ‘Arbain, Penyusun: Ustadz Abu Isa Abdulloh bin Salam]


0 Komentar